10 Agustus 2026 Oleh admin 0

Indahnya Mudik Bertemu Keluarga Besar dan Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein

Ada satu hal yang selalu membuat saya rela menempuh perjalanan sejauh apa pun di waktu lebaran adalah pulang dan bertemu keluarga besar.

Bagi sebagian orang, mudik mungkin hanya perjalanan pulang kampung. Namun bagi saya, mudik punya arti yang jauh lebih dalam. Ada rindu yang ingin dituntaskan, ada cerita yang ingin dibagikan, ada tangan-tangan keluarga yang ingin saya salami, dan tentu saja ada meja makan yang selalu terasa lebih istimewa ketika kami duduk bersama.

Tahun ini, perjalanan mudik saya benar-benar menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Bukan karena perjalanan yang nyaman dan cepat, tetapi justru karena perjalanan panjang yang harus saya tempuh selama 4 hari 3 malam menggunakan kapal laut. Harga tiket pesawat yang berkali-kali lipat benar-benar membuat kami tidak berdaya.

Bayangkan saja, berhari-hari berada di atas kapal dengan terpaan angin laut, suasana yang kadang panas, kadang berangin, ditambah rasa lelah karena kurang tidur. Tetapi semua itu saya jalani dengan satu tujuan sampai di rumah dan berkumpul dengan keluarga besar.

4 Hari 3 Malam di Kapal Laut

Sejak kapal meninggalkan pelabuhan, saya sudah membayangkan wajah ibu yang selama ini hanya bisa saya lihat lewat video call.

Awalnya perjalanan terasa menyenangkan. Bisa menikmati pemandangan laut, melihat matahari terbit dan tenggelam dari atas kapal, serta sesekali mengobrol dengan penumpang lain.

Namun memasuki hari kedua dan ketiga, tubuh mulai terasa lelah.

Tidur di perjalanan tentu tidak senyaman tidur di rumah. Belum lagi harus sering berada di area terbuka kapal. Terpaan angin laut membuat wajah terasa kering, sementara tubuh mulai meminta istirahat lebih banyak.

Yang awalnya saya pikir hanya rasa lelah biasa, ternyata mulai terasa pada mata.

Mata mulai terasa kurang nyaman. Ada sensasi seperti sepet dan sedikit perih. Saya mencoba mengucek mata, berharap rasa tidak nyaman itu hilang. Tetapi ternyata malah membuat saya semakin tidak nyaman.

Saat itu saya baru sadar, ternyata mata juga bisa ikut “lelah” setelah perjalanan panjang.

Perjalanan Belum Selesai Setelah Tiba di Surabaya

Setelah perjalanan laut selama 4 hari 3 malam, akhirnya kapal tiba di Tanjung Perak, Surabaya.

Rasanya lega sekali.

“Alhamdulillah, akhirnya sampai darat!”

Tetapi ternyata perjalanan belum benar-benar selesai.

Dari Tanjung Perak, saya masih harus melanjutkan perjalanan darat sekitar 8 jam untuk sampai ke rumah keluarga.

Kalau dipikir-pikir, badan sudah capek setelah berhari-hari di kapal, tetapi masih harus duduk berjam-jam di kendaraan.

Perjalanan darat pun tidak kalah melelahkan.

Beberapa ruas jalan yang kami lewati cukup berdebu. Ketika kendaraan melaju, debu dan udara dari luar terasa menerpa. Saya yang tadinya sudah mengalami mata sepet dan perih mulai merasakan mata semakin tidak nyaman.

Mata terasa kering, sepet dan lelah.

Saya bahkan sempat berpikir, “Jangan sampai gara-gara mata tidak nyaman, momen ketemu keluarga jadi kurang maksimal.”

Padahal saya sudah membayangkan akan langsung turun dari kendaraan, memeluk keluarga, ngobrol sampai malam, dan menikmati masakan rumah.

Ternyata Banyak Hal Bisa Memicu Mata Kering

Dari pengalaman perjalanan tersebut, saya jadi semakin sadar bahwa ada banyak hal yang bisa membuat mata terasa kering.

Salah satunya adalah paparan angin. Selama berada di kapal, mata cukup sering terkena hembusan angin laut. Kondisi seperti ini bisa membuat air mata lebih cepat menguap sehingga mata terasa kurang nyaman.

Selain itu, perjalanan panjang dan kurang istirahat juga bisa membuat tubuh terasa lelah, termasuk mata.

Kemudian ada debu dan udara kering selama perjalanan darat. Debu yang beterbangan bisa membuat mata terasa sepet dan mengganggu kenyamanan.

Belum lagi kalau selama perjalanan kita terlalu lama melihat layar HP untuk mengusir rasa bosan. Tanpa sadar, kita bisa lebih jarang berkedip ketika fokus melihat layar sehingga mata terasa semakin kering.

Jadi, ternyata bukan hanya gadget yang perlu diperhatikan. Angin, debu, perjalanan panjang, kurang tidur, hingga terlalu lama menatap layar juga bisa menjadi hal-hal yang membuat mata terasa tidak nyaman.

Untung Sudah Bawa Insto Dry Eyes

Untungnya, sebelum berangkat mudik saya sudah menyiapkan beberapa perlengkapan pribadi, termasuk Insto Dry Eyes.

Awalnya saya membawa karena berpikir, “Buat jaga-jaga saja.”

Ternyata justru kepakai di perjalanan.

Ketika mata mulai terasa sepet, perih dan lelah, saya teringat dengan Insto Dry Eyes yang ada di dalam tas. Setelah digunakan sesuai petunjuk pada kemasan, saya merasa lebih nyaman dan bisa melanjutkan perjalanan dengan lebih tenang.

Buat saya, membawa tetes mata dalam perjalanan panjang ternyata sama pentingnya dengan membawa obat-obatan pribadi, masker, tisu, atau perlengkapan perjalanan lainnya.

Apalagi kalau perjalanan melibatkan banyak kondisi berbeda seperti berada di kapal selama beberapa hari kemudian dilanjutkan perjalanan darat selama berjam-jam.

Jangan Sampai Mata SePeLe Mengganggu Momen Berharga

Perjalanan mudik kali ini membuat saya belajar satu hal.

Gejala Mata Kering jangan dianggap sepele.

Mata adalah salah satu indera yang berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Nyatanya, 4 dari 10 orang pernah mengalami mata kering, namun 50% di antaranya tidak menyadari kondisi mata kering tersebut.

Gejala mata kering yang paling sering dirasakan seperti mata SePeLe: SEpet, PErih, LElah, sering kali dianggap sebagai gangguan kecil.

Saya pun awalnya begitu.

“Ah, paling cuma karena capek perjalanan.”

Ternyata kalau tidak diperhatikan, rasa tidak nyaman pada mata bisa membuat aktivitas yang seharusnya menyenangkan menjadi terganggu.

Bayangkan saja kalau saya harus bertemu keluarga setelah perjalanan panjang, tetapi mata terasa sepet dan perih. Mau ngobrol jadi tidak nyaman, mau foto bersama juga kurang maksimal, bahkan menikmati momen berkumpul pun bisa terganggu.

Padahal, kesempatan berkumpul dengan keluarga besar seperti ini belum tentu bisa datang setiap saat.

Tips Menjaga Kenyamanan Mata Saat Mudik

Dari pengalaman tersebut, sekarang saya punya beberapa kebiasaan sederhana ketika melakukan perjalanan jauh.

Pertama, saya berusaha cukup beristirahat sebelum dan selama perjalanan.

Kedua, saya membawa kacamata untuk membantu melindungi mata dari paparan angin dan debu ketika berada di perjalanan.

Ketiga, saya berusaha tidak terus-menerus menatap layar HP. Sesekali saya mengalihkan pandangan dan memberikan kesempatan mata untuk beristirahat.

Keempat, saya menjaga kebersihan tangan dan menghindari mengucek mata ketika terasa tidak nyaman.

Dan yang tidak kalah penting, saya selalu menyiapkan Insto Dry Eyes di dalam tas ketika bepergian, sehingga ketika mata terasa kering saya sudah punya solusi yang bisa digunakan sesuai petunjuk.

Akhirnya, Sampai Juga di Rumah

Setelah delapan jam perjalanan darat dari Tanjung Perak, akhirnya mobil memasuki halaman rumah.

Rasa lelah yang sejak tadi terasa seperti langsung hilang.

Dari kejauhan saya melihat keluarga sudah menunggu.

Begitu turun dari kendaraan, saya langsung disambut pelukan dan senyum orang-orang yang sudah lama saya rindukan.

Saat itu saya baru benar-benar merasa bahwa perjalanan 4 hari 3 malam di kapal ditambah 8 jam perjalanan darat ternyata memang sepadan.

Capeknya terbayar lunas.

Bahkan rasa sepet dan perih pada mata yang sempat mengganggu perjalanan pun terasa tidak berarti ketika akhirnya bisa duduk bersama keluarga, makan masakan rumah, bercanda, dan bercerita tentang banyak hal.

Dari perjalanan mudik ini saya semakin percaya bahwa menjaga kesehatan dan kenyamanan mata juga bagian dari persiapan perjalanan. Jangan menunggu mata terasa sangat tidak nyaman baru peduli.

Karena Mata SEpet, PErih, LElah alias SePeLe mungkin terdengar sederhana, tetapi jangan sampai membuat momen berharga bersama orang-orang tersayang menjadi kurang maksimal.

Jadi, buat kamu yang sedang mengalami Gejala Mata Kering, yuk mulai lebih peduli. Mata Kering Jangan Disepelein! Siapkan kebutuhan perjalanan, cukup istirahat, lindungi mata dari angin dan debu, kurangi menatap layar terlalu lama, dan jangan lupa siapkan Insto Dry Eyes di dalam tas.

Karena perjalanan jauh boleh melelahkan, tetapi jangan biarkan mata yang SePeLe mengalahkan kebahagiaan saat akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga.

Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Kalau mata mulai terasa sepet, perih, atau lelah saat perjalanan, jangan abaikan kenyamanannya. Saat dibutuhkan, Tetesin Insto Dry Eyes sesuai petunjuk dan nikmati kembali momen perjalanan bersama orang-orang tersayang.

Mudik kali ini mengajarkan saya: sejauh apa pun perjalanan yang harus ditempuh, semuanya akan terasa ringan ketika tujuan akhirnya adalah keluarga.

Pengalaman perjalanan ini juga mengingatkan saya untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan selalu menyediakan #InstoDryEyes  agar mata #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein karena momen bersama keluarga terlalu berharga untuk terganggu oleh gejala mata yang sebenarnya bisa kita perhatikan sejak awal.